Blogger Widgets

Kamis, 15 Mei 2014

Perempuan Yang Menggetarkan Sejarah Islam


Perempuan Yang Menggetarkan Sejarah Islam

Pada suatu malam, seorang perempuan keluar dari rumah dengan membawa oboryang menyal-nyaa di tangan kanannya dan seember air ditangan kirinya. Ia pergi mengelili kampung dengan berteriak sangat keras, “wahai manusia, seandainya engkau beribadah kepada Allah dan mengharapkan surga. Maka , biarkan surga itu ku bakar dengan api ini!!. Dan apabila engkau menjauhi maksiat oleh sebab takut akan nerak. Maka, biarkan neraka itu ku siram dengan seember air yang ada ditangan kiriku...!!!!
      Siapakah perempuan yang berani mengusik kesadaran orang-orang disekitarnya, dan mungkin juga kita?? Siapa lagi kalau bukan Rabi’ah Adawiyah. Ya, Rabi’ah Adawiyah. Perempuan  sudi yang sepanjang hayatnya mengajarkan cara beribadah kepada Allah dengan motif cinta yang tulus kepada-Nya. Ia adalah sufi yang membawa corak baru dalam penghayatan Islam melalui ajaran cinta. Seluruh ajaran islam  dilaksanakan bukan sebab “ini semua karena perintah-Nya  dan harus dilaksanakan untuk mengharapkan surga-Nya”, bukan pula karena “itu harus dijauhi karena takut akan siksa-Nya”. Namun, ia melaksanakan  perintah dan menjauhi larangan-Nya sebab cinta yang benar-benar cinta (al-hubb haqq al-hubb).
      Bukankah seorang pencinta akan berhias rapi dan wangi dalam shalatnya, melebihi saat perempuan dengan orang yang paling dicintainya sekalipun? Bahkan, kerap kali ia menangis dalam shalatnya. Kucuran air mata pencinta ini adalah bentuk ungkapan kerinduan, kecintaan, kebahagiaan kala “berjumpa” dengan-Nya.
     

Dengarkan, kata-kata Rabi’ah yang terbentuk dalam puisinya :


Ya Tuhanku!
Tenggelamkan aku dalam kecintaan-Mu
Sehingga tiada satupun yang dapat memalingkan aku dari-Mu
Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun
Tiada selain dia dalam hatiku mempunyai tempat manapun
Kekasihku Gaib daripada penglihatanku dan pribadiku sekalipun
Akan tetapi, Dia tidak pernah Gaib didalam hatiku walau sedetik pun

Aku mencintai-Mu....
Oh, Tuhan tercinta...
Dengan cinta yng penuh kesenangan
Karena Engkaulag yang layak di cinta
Adapun cinta hawa
Maka aku sibuk mengingat-Mu daripada yang lain
Kuharap Kau bukan tabir untukku
Hingga aku dapat memandang-Mu
Maka ujian yang ini dan yng itu bukan untukku
Melainkan hanya untk-Mu..



Terinspirasi dari buku “Ya Allah, sungguh aku tak pantas DiSURGA, tapi juga tak kuat DiNERAKA..”
Penulis : Badiatul Roziqin


Buat : kak Sultan Mappunna..
Terima kasih telah meminjamkan buku bacaannya..  meskipun belum selesai di baca :) :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar