Perempuan
Yang Menggetarkan Sejarah Islam
Pada suatu malam, seorang perempuan keluar
dari rumah dengan membawa oboryang menyal-nyaa di tangan kanannya dan seember
air ditangan kirinya. Ia pergi mengelili kampung dengan berteriak sangat keras,
“wahai manusia, seandainya engkau beribadah kepada Allah dan mengharapkan
surga. Maka , biarkan surga itu ku bakar dengan api ini!!. Dan apabila engkau
menjauhi maksiat oleh sebab takut akan nerak. Maka, biarkan neraka itu ku siram
dengan seember air yang ada ditangan kiriku...!!!!
Siapakah perempuan yang berani mengusik
kesadaran orang-orang disekitarnya, dan mungkin juga kita?? Siapa lagi kalau
bukan Rabi’ah Adawiyah. Ya, Rabi’ah Adawiyah. Perempuan sudi yang sepanjang hayatnya mengajarkan cara
beribadah kepada Allah dengan motif cinta yang tulus kepada-Nya. Ia adalah sufi
yang membawa corak baru dalam penghayatan Islam melalui ajaran cinta. Seluruh
ajaran islam dilaksanakan bukan sebab
“ini semua karena perintah-Nya dan harus
dilaksanakan untuk mengharapkan surga-Nya”, bukan pula karena “itu harus
dijauhi karena takut akan siksa-Nya”. Namun, ia melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya sebab
cinta yang benar-benar cinta (al-hubb haqq al-hubb).
Bukankah seorang pencinta akan berhias
rapi dan wangi dalam shalatnya, melebihi saat perempuan dengan orang yang
paling dicintainya sekalipun? Bahkan, kerap kali ia menangis dalam shalatnya.
Kucuran air mata pencinta ini adalah bentuk ungkapan kerinduan, kecintaan,
kebahagiaan kala “berjumpa” dengan-Nya.
Dengarkan, kata-kata Rabi’ah yang
terbentuk dalam puisinya :
Ya Tuhanku!
Tenggelamkan aku dalam kecintaan-Mu
Sehingga tiada satupun yang dapat memalingkan aku dari-Mu
Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun
Tiada selain dia dalam hatiku mempunyai tempat manapun
Kekasihku Gaib daripada penglihatanku dan pribadiku sekalipun
Akan tetapi, Dia tidak pernah Gaib didalam hatiku walau
sedetik pun
Aku mencintai-Mu....
Oh, Tuhan tercinta...
Dengan cinta yng penuh kesenangan
Karena Engkaulag yang layak di cinta
Adapun cinta hawa
Maka aku sibuk mengingat-Mu daripada yang lain
Kuharap Kau bukan tabir untukku
Hingga aku dapat memandang-Mu
Maka ujian yang ini dan yng itu bukan untukku
Melainkan hanya untk-Mu..
Terinspirasi dari buku “Ya Allah, sungguh aku tak pantas DiSURGA,
tapi juga tak kuat DiNERAKA..”
Penulis : Badiatul Roziqin
Buat : kak Sultan Mappunna..
Terima kasih telah meminjamkan buku bacaannya.. meskipun belum selesai di baca :) :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar